Layangan Sejarah Asal Mula Teknik

 ‎Layang-layang atau disebut juga layangan atau juga wau merupakan permainan tradisional yang berasal dai Indonesia. Terbukti dari lukisan yang berada disebuah dinding gua terletak di kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara yang diperkirakan ada 4000 tahun yang lalu.



‎Zaman itu layangan diperuntukan untuk berburu burung oleh masyarakat mesolitik yang hingga sekarang masih digunakan oleh masyarakat sekitar tetapi dengan menggunakan bahan layangan yang lebih modern.


‎Didaerah Jawa Barat layangan ini disebut langlayangan. Di Betawi disebut Koang merujuk pada layangan hias dan didaerah Jawa lainnya ada layangan jenis lainnya yang disebut Sendaringan yang mengeluarkan suara khas ketika diterbangkan.


‎Untuk saat ini banyak masyarakat di Indonesia yang melakukan permainan layangan untuk jenis permainan layangan aduan. Layangan aduan ini memiliki ukuran yang berbeda, tergantung minat dan kegemarannya masing-masing.


‎Ada jenis layangan ukuran tinggi 50 cm, 55 cm, 70 cm, 90 cm, 120 cm atau bahkan sampai 2,5 meter. Sedang lebar layangan menyesuaikan proporsi dari tinggi layangan tersebut.


‎Untuk layangan aduan biasanya para pemain layangan menggunakan gelasan layangan dari mulai tali kama.


‎Banyak teknis aduan yang dipakai sesuai dengan tekstur gelasan layangan yang dipakai. Ada yang menggunakan teknik ulur atau tarik lalu kemudian muncul ungkapan kicrik, gibrig, ajul dan lain sebagainya.


‎Para pemain layangan saat ini berkembang menjadi sebuah komunitas agar permainan layangan mereka lebih aman sehingga mereka mencari tempat untuk bermain layangan agar tidak membahayakan orang lain.


‎Semoga kedepannya layangan ini menjadi sebuah permainan yang murah meriah, aman, tertib serta menjadi mata pencaharian yang stabil bagi para pelaku usaha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda Gelasan Layangan Molor dan Matot